Jurusan Budidaya Pertanian (JBP) adalah salah satu dari empat jurusan di Fakultas Pertanian yang telah menyelenggarakan layanan pendidikan tinggi dibidang keilmuan Budidaya Pertanian sejak tahun 1973. Sebagaimana disebutkan dalam PPRI No 17 Tahun 2010, JBP adalah himpunan sumber daya pendukung program studi dalam satu rumpun disiplin ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, khususnya keilmuan Budidaya Pertanian.

Sampai tahun 1974, Fakultas Pertanian memiliki dua jurusan, yaitu Jurusan Teknik Pertanian dan Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian. Pada tahun 1975 diadakan perbaikan dan penyempurnaan sistem pendidikan, dengan menerapkan sistem kredit semester. Pada tahun itu pula pembagian jurusan disempurnakan dan disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan, sehingga dibuka empat jurusan, yaitu Jurusan Agronomi, Sosial Ekonomi Pertanian, Proteksi Tanaman dan Ilmu Tanah. Pada tahun 1978 kembali terjadi perubahan system pendidikan. Dengan diberlakunya sistem pendidikan sarjana berbeban 144 sks, jurusan Agronomi berganti nama menjadi Jurusan Budidaya Pertanian.

Jurusan Budidaya Pertanian mempelajari cara-cara peningkatan produksi tanaman melalui perbaikan teknik budidaya dan perbaikan tanaman. Jurusan Budidaya Pertanian diasuh oleh 58 dosen dan merupakan jurusan terbesar di Fakultas Pertanian. Jurusan Budidaya Pertanian mempunyai 3 Laboratorium dan 2 Unit Pelaksana Teknis (UPT), yaitu Laboratorium Sumber Daya Lingkungan, Fisiologi Tumbuhan dan Pemuliaan Tanaman, serta UPT Klimatologi, UPT Pemuliaan, Bioteknologi dan Kultur Jaringan. Ditinjau dari sebaran berdasarkan kompetensi 28 dosen di Laboratorium Sumberdaya Lingkungan (SDL), 13 dosen di Fisologi Tumbuhan (FT), 17 dosen di Pemuliaan Tanaman (PT). Ditinjau dari sisi kepangkatan, 20 % dosen pada jenjang jabatan Guru Besar, 32% Lektor Kepala, 20% Lektor, 29% Asisten Ahli.